BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Pilkada Serentak, Menkopolhukam Pantau Dua TPS di Kota Bogor

0 28

 

BogorOne.com | Kota Bogor – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengunjungi dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Bogor.

Hal itu dilakukan untuk meninjau langsung keamanan dan partisipasi masyarakat yang datang ke TPS pada Rabu (27/06/18).

Dua TPS yang dikunjungi Wiranto dipilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor sebagai gambaran kondisi TPS di perkampungan dan perumahan mewah.

Menkopolhukam Wiranto mengatakan, hari ini saya sengaja secara sample meninjau TPS-TPS di wilayah yang ada pemilihan kepala daerahnya.

“Hari ini saya ada di Bogor untuk pemilihan kepala daerah tingkat gubernur Jawa Barat dan Kota Bogor. Tadi saya sudah bertemu dengan para petugas di lapangan, keadaannya aman, tertib dan damai. Sesuai rencana kami melaksanakan Pilkada serentak 2018 seperti itu,” ungkapnya.

Wiranto melanjutkan, hasilnya juga pasti bagus masyarakat tidak dipaksa, tidak ditekan. Kenapa pihaknya hanya 26 daerah yang dipantau, hal itu tidak ada alasan. Semuanya sudah ada alasan, sudah ada panwaslu, ada bawaslu.

“Kami dipemerintah tidak semuanya bisa memantau wilayah. Presiden sudah berkali-kali mengatakan bahwa ini bukan merupaka satu tahun politik yang penuh dengan persengketaan dan perselisihan. Tapi ini adalah satu pesta demokrasi yang dilaksanakan penuh kegembiraan,” tambahnya.

Wiranto menjelaskan, dalam Pilkada 2018 ini rakyat diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk memilih pemimpinnya di daerah. Artinya tidak ada tekanan atau kekangan. Presiden juga mewanti-wanti agar penyelenggara ini harus netral baik dari kepolisian, TNI, ASN dan BIN.

“Ya, Presiden Jokowi mengatakan itu berulang-ulang. Kalau satu dua ada yang nyimpang, kami akan tindak. Kami beri mereka sanksi, tetapi bukan merupakan bagian dari perintah atau rekayasa,” jelasnya.

Wiranto juga mengaku, baru mendapat laporan dari Papua, Pilkada 2018 bisa dilaksanakan dengan baik. Tetapi ada dua daerah, pertama di Kabupaten Duga masih tertunda karena logistiknya belum sampai.

Diketahui bersama dua hari lalu ada penembakan pesawat terbang untuk mengangkut logistik.

“Sekarang kami sedang dilakukan proses pengamanan di sana, sehingga logistiknya terlambat. Kemudian di Paniae masih ada penolakan rakyat terhadap putusan KPU provinsi tentang calon tunggal calon ganda di sana. Keputusannya satu calon tapi masyarakat menghendaki dua calon. Hal itu masih ribet, perlu diselesaikan dulu diduga daerah itu,” terangnya.

Wiranto mengaku, dirinya harus ke Mabes Polri memantau seluruh daerah, pasca pemilihan biasa ada tuntutan, ada sistemnya juga ada hukumnya menangani hal itu.

Tetapi dirinya mengingatkan dari awal, kalah menang soal biasa. Yang kalah harus anggap ini kemenangan tertunda, jadi harus diterima secara kesatria.

“Contohnya juga saya kalah kok berkali-kali. Ya gak apa apa kan, saya masih hidup, masih bisa berhimat di negeri ini. Kan saya pernah kalah di capres, tidak ada masalah yang penting negeri ini aman, bisa berhikmat bisa mengambil bagian dari negeri ini. Kalau setiap kalah ngamuk setiap kalah membenci orang, ya negeri ini apa jadinya,” bebernya.

Sementara itu, Komisioner SDM dan Parmas KPU Kota Bogor, Bambang Wahyu mengatakan, pihaknya menunjukkan kepada Menkopolhukam kondisi TPS di perkampungan dan perumahan mewah, jadi hari ini ditunjukan dua TPS.

“Kami mengetahui akan dikunjungi, maka kami memilih dua TPS yang berbeda. TPS 5 RT4 Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara khas perkampungan dan TPS 7 taman Malabar, Kecamatan Bogor Tengah khas perumahan elit. Saya melihat tingkat partisipasi masyarakat tinggi yaitu diatas 75 persen di kedua TPS ini,” pungkasnya. (As)

Komentar
Loading...