BogorOne
Akurat dan Terpercaya

PKL Dewi Sartika Menolak di Relokasi

0 30

 

BogorOne | Kota Bogor – Rencana Pemerintah Kota Bogor memindahkan pedagang kaki lima (pkl) di samping Taman topi sepanjang Jalan Dewi Sartika masih mendapat penolakan dari pedagang.

Bahkan pedagang mengaku kaget dengan hadirnya plt Walikota Usmar Hariman ke tempat pkl Senin (02/04/18).

Menurut Ketua Paguyuban Taman Topi Uci, pedagang sampai saat ini belum sepakat dengan rencana Dinas UKM Kota Bogor untuk pindah ke blok A dan B Pasar Kebon Kembang.

“Kami kaget kenapa tiba-tiba pa wali datang, padahal kita belum ada kesepakatan. Jelas kami menolak pemindahan ini,” kata Uci yang diamini pedagang lainnya.

Uci menambahkan, pkl di pinggir taman topi bukan pedagang besar yang memiliki banyak modal, sehingga pkl menolak untuk di relokasi karena masuk pasar harus bayar dengan uang yang tidak sedikit.

“Darimana uang buat bayar kios di blok A atau B yang ditawarkan Dinas UKM, selain itu apapun yang ditawarkan kami menolak pindah,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Sekretaris Paguyuban Purnomo, menurutnya sesuai hasil rapat ke 4 antara Dinas UKM dan PKL Taman Topi, belum ada kesepakatan.

“Rapat ke 4 itu hasilnya akan disampaikan ke plt walikota. Tapi nyatanya hari ini (senin) malah pa wali datang bareng Sat Pol PP dan Dinas UKM serta PD.Pasar Pakuan Jaya ke pedagang dan menyampaikan soal pemindahan. Ini bagaimana, padahal kita belum ada kesepakatan sejak rapat terakhir kamis (29/03/18),” kata Purnomo.

Pur menambahkan, dirinya dan seluruh pkl taman topi sudah sepakat menolak dipindahkan kemanapun (blok A atau B), terlebih lagi harus membayar untuk bisa menempati kios baru tersebut.

“Harga nati bagi kami. Pokoknya tidak akan mau dipindahkan, kami tetap di sini,” katanya.

Sampai saat ini lanjutnya, pedagang belum tahu apa rencana Pemkot Bogor dengan memindahkan pkl taman topi.

“Kami belum tahu sampai sekarang, kami dipindahkan ke sana terus di sini (pkl taman topi) mau dibikin apa?,” ujarnya.

Yang lebih membingungkan, lanjut Pur, pedagang blok F dipindahkan ke blok A dan B menolak, tapi pkl taman topi diminta pindah ke sana.

“Kami juga sama menolak pindah ke sana, titik. Sebagai bentuk penolakan, kami membuat surat pernyataan penolakan pemindahan yang ditandatangani pkl taman topi,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Annas Rasmana mengatakan, relokasi tersebut masuk dalam program prioritas Pemkot Bogor untuk penataan PKL.

Diakuinya, untuk harga kios bagi para PKL sudah di kasih diskon, kesepakatan pihaknya dengan PT.Japana sepakat harga satu meter kios Rp15 juta yang tadinya sekitar Rp20 juta.

Komentar
Loading...