BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Polemik!!! Trans Smart Tajur di Tolak Warga

0 71

BogorOne | Kota Bogor – Pembangunan Trans Smart di Jalan Raya Tajur, Kelurahan Pakuan, Kecamatan Bogor Selatan, jadi polemik dan menuai sorotan. Hal itu berdampak terhadap penolakan dari warga.

Salah satu warga di Jalan Raya Tajur, Salim Abdullah mengaku tidak setuju dengan adanya Trans Smart di Jalan Tajur. Alasan penolakanya karena setiap hari sudah terjadi kemacetan terlebih saat weekend.

“Sekarang saja sudah sering macet, gimana nanti ada Trans Smart. Makanya kami tidak setuju dan kami warga menolak adanya bangunan supermarket di Jalan Tajur,” kata Salim, Rabu (31/01/18).

Alasan lainya kata dia, disepanjang Jalan Raya Tajur sudah banyak sekali bangunan bisnis komersial, ada Supermarket Ekalos Plaza Sukasari, ada cafe SLR, ada lokasi usaha Tas Tajur dan lainnya.

Tetapi selama ini, tidak adanya solusi maupun pembenahan penanganan jalur jalan dan transportasi di Kota Bogor, semakin menambah krodit kemacetan di Jalan Raya Tajur.

Ia menilai, seharusnya Pemkot Bogor menyelesaikan dulu mode transportasi, seperti program konversi angkot atau rerouting angkot. Kemudian menyelesaian pembangunan Jalan R3 sebagai solusi terbaik mengalihkan kendaraan agar tidak semua fokus ke Jalan Raya Tajur.

“Siapkan dulu infrastuktur jalan pendukung sebagai antisipasi kemacetan, serta selesaikan dulu program penanganan mode transportasi, agar tidak terlalu banyak angkot melewati jalan Raya Tajur. Kalau masalah itu sudah bisa ditangani dan diselesaikan, maka tidak apa apa ada bangunan bisnis komersial raksasa apapun di Jalan Raya Tajur ini,” tegasnya.

Sementara, tokoh warga Kelurahan Pakuan rojik menilai, pembangunan Trans Smart di Jalan Raya Tajur dan masuk wilayah Kelurahan Pakuan, akan berdampak besar terhadap lalu lintas di Jalan Raya Tajur.

Ia berpendapat, seharusnya Pemkot Bogor mengkaji lebih mendalam kaitan aspek lalu lintas dan dampak dampaknya bagi masyarakat, kalau memang lebih banyak dampak dan mudhorotnya, lebih baik ditolak saja pengajuan perijinannya.

“Jangan asal mengijinkan, Pemkot Bogor harus mengkaji secara keseluruhan, jangan sampai pembangunan itu nantinya merugikan seluruh masyarakat. Soal lalu lintas menjadi perhatian utama yang harus disikapi oleh Pemkot,” jelasnya.

Sebagai warga, ia pun mengharapkan dilakukannya musyawarah dengan seluruh warga disekitar pembangunan Trans Smart itu. Ketika Pemkot Bogor belum mengeluarkan perijinan resmi, seharusnya tidak boleh ada aktifitas apapun di lokasi.

“Lihat saja mereka pihak kontraktor sudah bekerja karena alat berat juga sudah ada disana. Apakah bangunan itu sudah mengantongi perijinan. Pemkot Bogor harus menindak tegas, apabila memang ada yang melanggar aturan Perda,” tegasnya.

Komentar
Loading...