BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Polres Bogor Tangkap Pelaku Spesialis Pembuat Ijazah Palsu

0 115

BogorOne || Cibinong – Polres Bogor ungkap sindikat pembuat ijazah palsu sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) di Kampung Cikalagan, Desa Cileungsi Kidul, Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi berhasil menahan tersangka NA, dengan barang bukti dokumen dan ijazah palsu.

NA merupakan dalang dari pembuatan lembaran tanda kelulusan seseorang atau ijazah palsu dari SMP dan SMA secara instan.

Kapolres Bogor AKBP Andi Muhammad Dicky mengatakan, kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari masyarakat bahwa adanya pembuatan ijazah palsu.

Saat dilakukan penggeledahan, di rumah sekaligus tempat percetakan 8 Januari 2018, polisi berhasil menyita ijazah palsu atas nama IK 3 lembar, ijazah atas nama R sebanyak 6 lembar, YP 1 lembar, IS 1 lembar, AP 1 lembar, dan fotokopi surat keterangan hasil Ujian Nasional atas nama MS 1 lembar.

Selain itu lanjut dia, anggotanya juga mengamankan barang bukti lainnya seperti komputer, stempel sejumlah sekolah swasta di Bogor dan Bekasi, 17 blanko ijazah, 45 lembar hologram, hard disk yang berisi data pemesan atau pembuat ijazah palsu.

Barang bukti lain yang ditemukan dan diamankan polisi adalah, cap stempel kayu 2 buah, 2 buah flash disk, 1 buah wadah tinta, 15 buah stempel, dan 1 buah ponsel merk Samsung.

“Tersangka ini bekerja sendiri, membuat pemalsuan ijazah untuk SMP dan SMA. Tapi lebih banyak SMA,” kata Dicky, Selasa (16/01/18).

Untuk jasa menyediakan ijazah palsu itu kata dia, pelaku meminta imbalan sebesar Rp 1,5 juta dengan lama pengerjaan sekitar 15 hari.

Polres Kabupaten Bogor masih mengembangkan kasus pemalsuan ijazah tersebut. Karena dari pengungkapan sementara, kebanyakan ijazah yang dipalsukan dari SMA swasta.

“Kebanyakan untuk melamar kerja di pabrik atau toko. Karena kalau di pabrik atau toko tidak terlalu ketat (keabsahan ijazah tidak diperiksa),” terang Dicky.

Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 263 ayat 1 KUHP dan Pasal 68 ayat 1 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). (Wan)

Komentar
Loading...