BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Proses Pembuatan e-KTP Bertele-tele, HMI Desak Pemkot Bogor

0 92

 

BogorOne.com | Kota Bogor – Proses pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Kota Bogor yang bertele-tele sangat disesalkan masyarakat, hal itu juga menjadi sorotan banyak publik.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Bogor misalnya, pihaknya ikut menyoroti persoalan tersbut bukan tanpa alasan, tetapi KTP merupakan identitas yang wajib dimiliki semua warga negara tek terkecuali di Kota Bogor.

Terlebih saat ini memasuki momen pilkada, dimana e-KTP menjadi syarat untuk warga bisa memberikan hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ketua Umum HMI Cabang Kota Bogor Saepul Wahyudin Putra mengaku heran dan pertanyakan tentang lambatnya pembuatan e-KTP.

“Aneh saja dengan kinerja pemerintah, karena terlambatnya retribusi e-ktp dulu akibat kosongnya blangko di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) lalu saat ini blanko sudah ada tapi di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor mengalami kendala lain seperti habisnya tinta,” kata Saeful, Senin (28/05/18).

Ia menbahkan, permasalahan e-ktp makin menjadi menjelang Pemilihan kepala Daerah (Pilkada) Serentak yang akan berlangsung pada 27 Juni mendatang, padahal salah satu syarat hak kepemilikan suara dengan menunjukan kartu e-KTP.

Dengan persoalan tersebut, maka warga yang sudah melakukan rekaman hanya diberikan kertas selembar KTP Sementara atau surat keterangan (suket).

Untuk mengetahui persoalan tersebut, orang nomor satu di HMI kota hujan itu melakukan penelusuran ke Disdukcapil Kota Bogor.

“Saat ditemui di kantornya Kepala Disdukcapil Dody Ahdiat menyampaikan, tidak dapat berbuat apa-apa dikarenakan habisnya tinta untuk mencetak e-KTP dan masih menunggu kebijakan yang ada di atas,” ujarnya.

Tak hanya itu, dirinya juga menelusuri kronologi mandeknya masalah e-KTP dengan mewawancarai Sekreratis Daerah Kota Bogor Ade Sarif Hidayat

“Menurut Sekda, bahwa permasalahan e-KTP ini sedang masuk dalam pembahasan serta akan dibuatnya kemudahan pihak ketiga, agar membantu mengadakan tinta yang memang secara anggaran Pemerintah Kota Bogor tidak ada,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mendesak pihak-pihak yang harus segera bertanggung jawab atas mandeknya e-KTP di Kota Bogor seperti Disdukcapil, Sekda, serta Plt. Walikota Bogor, Bpk Usmar Hariman sebagai kepala daerah.

“Kami atas nama HMI Cabang Kota Bogor, mendesak pihak-pihak terkait untuk segera menyelesaikan masalah ini dengan diberikan masa waktu sampai dengan bulan Juni 2018,” pintanya. (As)

Komentar
Loading...