BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Proyek Transmart Tajur Distop Satpol PP

0 77

BogorOne | Kota Bogor – Tetap membandel melanjutkan pekerjaan dan tak mengindahkan surat teguran, akhirnya Satpol PP mendatangi lokasi proyek Transmart di Jalan Raya Tajur dan menghentikan semua aktifitas pekerjaan, Senin (26/03/18). 

Petugas Satpol PP yang datang dari arah belakang lokasi pembangunan Transmart, membuat kaget sejumlah pekerja yang sedang melakukan kegiatan pembangunan.

Kasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Kota Bogor Saryana memimpin jalannya sidak dan peninjauan ke Transmart mengatakan, seluruh aktifitas pembangunan harus dihentikan.

“Kita hentikan semua aktifitas pembangunan di Transmart ini. Saat ini juga, pihak kontraktor harus menghentikan segala aktifitas di lokasi,” tegas Saryana.

Menurut Saryana apa yang dilakukan pihak Transmart merupakan pelanggaran berat, sehingga Satpol PP memberikan teguran keras dan memanggil pihak pelaksana pembangunannya.

“Kita panggil pihak kontraktornya dan besok mereka berjanji akan datang ke kantor Satpol PP,” jelas Saryana.

Saryana menegaskan, pihak kontraktor harus mematuhi peraturan yang ada di Kota Bogor, bahwa tidak diperbolehkan melakukan aktifitas pembangunan sebelum mengantongi perijinan.

“Transmart Tajur ini belum memiliki ijin apapun, jadi seharusnya tidak boleh melakukan aktifitas pembangunan. Ini harus menjadi perhatian dan pihak Transmart harus mematuhinya,” tegasnya.

Sementara, aktifitas pembangunan Transmart Tajur terus berjalan, walaupun sudah mendapatkan teguran keras dari Satpol PP. Terlihat puluhan orang pekerja dari pihak kontraktor pelaksana melakukan aktifitasnya di lokasi.

Bukan itu saja, pintu masuk menuju ke lokasi proyek juga dijaga ketat petugas. Sehingga Satpol PP juga akhirnya harus menggunakan pintu belakang untuk bisa memasuki area proyek.

Sementara warga sekitar yang menolak memasang spanduk bertulisan penolakan karena akan berdampak yang bisa merugikan warga, selain itu warga juga meminta Pemerintah Kota Bogor menindak pemilik proyek tersebut.

“Ini akan menimbulkan macet yang luar biasa, selama ini juga pihak Transmart belum meminta izin kepada warga untuk pembangunan pusat perbelanjaan modern ini,” ujarnya.

Sebelumnya, DPRD Kota Bogor minta Satpol PP bekerja dan tindak setiap bangunan yang melanggar.

Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi mengatakan, soal Transmart, sebelumnya Wali Kota sudah mempunyai pengalaman ketika terjadi pelanggaran dalam pembangunan Transmart jalan K.H. Abdullah bin Nuh, Kecamatan Tanah Sareal.

Kalau memang Transmart Tajur melanggar, bahkan belum mengantongi izin tapi sudah mulai pembangunan harusnya lebih tegas lagi disikapinya.

“Bohong kalau mereka (Satpol PP-red) tidak tahu, itu semua pembangunannya dijalan utama Kota Bogor,” kata Politisi PPP itu.

Komentar
Loading...