BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Ratusan Warga Parungpanjang Geruduk Kantor Kecamatan

0 41

 

BogorOne.com | Kota Bogor – Warga Kecamatan Parungpanjang kembali menggelar aksi unjuk rasa di kantor kecamatan, dalam aksinya mereka menuntut pemerintah untuk merealisasikan pembangunan jalur tambang dan melakukan penegakan peraturan jam oprasional bagi truk pengangkut tambang yang sudah disepakati sejak tahun 2014 lalu.

Selain itu, pengunjuk rasa juga menuntut aparat berwenang untuk melakukan pengawasan ketat terhadap volume muatan truk angkutan tambang yang berlebihan dan keberadaan sopir di bawah umur.

Unjuk rasa digelar mulai dari jalan raya Mohamad Toha Desa Parungpanjang dan berpusat di kantor Kecamatan Parungpanjang.

“Kami menuntut pemberlakuan ketat perjanjian jam oprasional truk tronton dan menuntut  agar pembangunan jalur tambang segera direalisasikan,” kata Ridwan (42) peserta, Kamis (05/07/17).

Sementara koordinator aksi, Candra mengatakan, tuntutan demonstran adalah optimalisasi dan penegakan berbagai butir kesepakatan tentang jam operasional yang telah dibuat dan disepakati bersama semua pihak pada tanggal 2 Mei 2014 lalu.

“Kami minta, truk tronton bermuatan hasil tambang jangan melintasi jalan yang sedang dalam perbaikan,” tegasnya.

Saat ini lanjut dia, peraturan itu banyak dilanggar. Akibatnya banyak jalan baru mulai retak dan patah, jadi dana perbaikan jalan sebesar Rp 41 miliar bisa menjadi sia-sia.

Selain itu, Ocan sapaan akrabnya, menuturkan bahwa masyarakat meminta agar pemberlakuan jam operasional melintas di Jalan Raya Parungpanjang diberlakukan mulai jam 20.00 WIB sampai dengan jam 04.00 WIB.

“Jadi pemberlakuan jam operasional harus sama dengan di wilayah Gunungsindur, agar tidak saling melimpahkan,” kata dia.

Ocan menjelaskan, akibat berbeda waktu  dalam pemberlakuan batasan jam operasional antara Gunungsindur dan Parungpanjang, akibatnya pada siang hari sebanyak 4 ribu lebih Armada truk tanbang melintas di jalan raya Bunar – Parungpanjang.

“Kami masyarakat Parungpanjang menuntut penertiban armada angkutan tambang dan realisasi jalur tambang. Kalau tidak ada tanggapan terkait hal ini, warga akan bertahan sampai sore. Kami juga akan mendatangi kantor Bupati Bogor pada tanggal 18 juni 2018 nanti, untuk meminta Bupati serius menangani soal tambang,” ujarnya.

Dalam aksinya, warga masyarakat Parungpanjang yang dimotori Masyarakat Peduli Parung Panjang (MP3), melakukan orasi di depan kantor Kecamatan Parungpanjang. Pengunjuk rasa juga membawa dan memasang berbagai spanduk dan poster tuntutan mereka dalam aksi tersebut.

Sementara Sekcam Parungpanjang Icang Aliyudin menegaskan, Muspika Parungpanjang telah sepakat untuk mengabulkan aspirasi dari masyarakat yang disampaikan para pengunjuk rasa tersebut.

“Sebetulnya, penanganan atas tuntutan warga sudah rutin, namun ada beberapa pengendara yang nakal dan melanggar kesepakatan. Makanya kami juga meminta kesadaran para pengusaha transposter, agar semua pihak sama-sama tidak dirugikan. Jadi sebaiknya semua kesepakatan yang sudah dibuat tetap dipatuhi,” kata dia. (Iwan)

Komentar
Loading...