BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Rekontruksi Pembunuhan Siswa SMA YPHB Peragakan 21 Adegan

0 68

 

BogorOne.com | Kota Bogor – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor Kota melakukan rekonstruksi kasus pembacokan siswa SMA YPHB, Raihan Ilham Febriyansah di Jalan samping Mako Polsekta Tanah Sareal, Selasa (31/07/18) siang.

Jalan raya Polsekta Tanah Sareal yang digunakan rekontruksi ditutup selama 90 menit juga dikondisikan seperti Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembacokan di Jalan Ahmad Yani, Kota Bogor.

Dalam rekontruksi, dihadirkan dua tersangka yakni FR (17) dan AR (18) yang notabenenya masih dibawah umur. Selain kedua tersangka juga dihadirkan sejumlah saksi, dalam rekontruksi tersebut dilakukan 21 adegan, mulai awal kejadian hingga terakhir pembuangan barang bukti.

Dalam rekonstruksi tersebut terungkap fakta bahwa sebelum pembacokan Raihan sebagai korban, Raihan bersama kawan-kawan menyerang kedua pelaku bersama beberapa temannya saat nongkrong diwarung dekat SMA Negeri 6 Kota Bogor.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Agah Sanjaya mengatakan, sebelum terjadi pembocokan tersangka dan korban terlibat keributan di TKCI dekat SMA Negeri 6 Kota Bogor.

Dengan fakta saat adegan korban bersama 13 orang temannya menyerang kelompok pelaku yang berinisial FR (17) dan AR (18), korban menyerang dan merusak motor pelaku.

“Setelah itu, pelaku dan temannya kabur atau mengalah, disitu ada pengrusakan motor. Karena kejadian itu, pelaku menyimpan dendam sehingga kedua pelaku secara berboncengan naik motor pulang kerumah mengambil celurit,” ungkapnya usai rekontruksi.

Agah melanjutkan, usai membawa celurit, pelaku menunggu korban di Jalan Ahmad Yani karena telah memprediksi jalur yang dilewati korban bersama rombongan adalah Jalan Ahmad Yani.

“Setibanya di TKP, tersangka sudah siap dengan alatnya. Sementara rombongan korban tidak begitu siap sehingga terjadi pembacokan,” tambahnya.

Agah menjelaskan, ada 21 adegan dalam rekontruksi ini, tempatnya ialah di Bubulak, TKCI dekat SMA Negeri 6 Kota Bogor dan akhirnya TKP Ahmad Yani. Di TKP pembacokan yang paling banyak adegan karena adegan disana paling krusial.

“Secara garis besar, rekontruksi sesuai dengan pra rekonstruksi awal. Apa yang dituturkan saksi itu pas, kalaupun ada kekurangan dan kelebihan itu hanya pergeseran sedikit tempat saja,” jelasnya.

Menutut Agah tujuan dari rekontruksi ini untuk menggambarkan kejadian yang sesungguhnya. Pihaknya menampilkan anak yang berhadapan dengan hukum dan juga dengan para saksi kejadian.

“Kedua pelaku jelas melakukan perannya. Pelaku diancam hukuman 15 tahun penjara karena dijerat UU perlindungan anak, tetapi nanti yang melakukan penuntutan jaksa dan persidangan finalnya atau yang menentukan hukumannya,” pungkasnya. (As)

Komentar
Loading...