BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Ruislag Tak Kunjung Usai, Pemilik Lahan Kembali Akan Tutup Jalan R3

0 80

 

BogorOne.com | Kota Bogor – Proses ruislag lahan yang digunakan Jalan Regional Ring Road (R3) yang dilakukan pemkot tak kunjung selesai, kini kembali muncul spanduk berisikan permohonan maaf kepada pengguna jalan, karena jalan tersebut akan ditutup.

Spanduk tersebut terpasang di median kawasan Jalan R3, yang tak jauh dari Kantor Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Penutupan akses jalan yang menghubungkan Warung Jambu – Parung Banteng seperti tertuang dalam spanduk dijelaskan karena Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor belum menyelesaikan ganti rugi kepada pemilik tanah.

Dikonfirmasi Aab Salim Abdullah selaku perwakilan keluarga pemilik tanah mengatakan, bahwa pemilik tanah belum menerima ganti rugi adalah Siti Hodidjah dengan luas bidang tanah 1.987 meter persegi.

Diakuinya, sejak pembebasan tanah digunakan Jalan R3 seksi 2 tahun 2011 sampai saat ini belum mendapatkan lahan pengganti atau ruislag yang dijanjikan oleh Pemkot Bogor.

Ia menjelaskan, Pemkot Bogor melalui Panitia Pengadaan Tanah (P2T) akan meruislag tanah tersebut dengan tanah seluas 2.410 meter persegi milik Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).

Namun, DJKN belum dapat merealisasikan karena tersangkut persoalan administrasi pertanahan yang overlap antara pengembang Bogor Raya, Pemkot Bogor dan DJKN.

“DJKN mau bantu, serahkan tanah ke Pemkot kemudian ke saya, tapi administrasi tanah (DJKN,red) yang sudah dikeluarkan oleh Pemkot siteplan-nya untuk Bogor Raya dikembalikan. Kerena tanah yang sudah dikeluarkan siteplan itu, BPN mengeluarkan sertifikat diatas tanah DJKN,” ujarnya belum lama ini.

Ia pun menegaskan, Pemkot Bogor dalam hal ini agar segera menyelesaikan persoalan tersebut. Apabila tak kunjung ada penyelesaian maka akses jalan R3 akan ditutup secara total oleh pihak pemilik tanah.

Aab juga menjelaskan, bahwa pada 2014, Sekertaris Daerah (Sekda) selaku ketua P2T mengeluarkan surat keterangan tentang penyelesaian proses ruislag dan sisa pembayaran.

Kemudian di tahun yang sama, Kepala DBMSDA juga berjanji akan menyelesaikan semua proses administrasi pembebasan tanah tersebut namun nyatanya sampai saat ini tak pernah selesai.

“Termasuk pada tahun 2017, wali kota Bogor membentuk panitia penyelesaian proses ruislag dan ganti rugi tapi sampai sekarang belum juga terealisasi,” jelasnya.

Pada kesempatan berbeda saat dikonfirmasi terkait keberadaan spanduk tersebut, Wali Kota Bogor Bima Arya menyatakan akan menuntaskan persoalan itu. “Ya, itu salah satu bagian yang harus dituntaskan,” singkat Bima. (As)

Komentar
Loading...