BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Sambangi Bogor Utara, STS Saksikan Potret Sosial Warga Tidak Mampu Yang Terbengkalai

0 53

BogorOne | Kota Bogor – Semua pasangan calon (paslon) terus bergerilia ke sejunlah wilayah untuk melakukan pendekatan dengan warga, tak terkecuali pasangan nomor urut 4 dari Koalisi PDIP PKB Sugeng Teguh Santoso.

Di hari keduanya masa kampanye, sosok yang dikenal sederhana ini melakukan blusukan ke sejumlah tempat di Kecamatan Bogor Utara.

Saat kunjungi RT 03 RW 01, Kelurahan Bantarjati, Sugeng Teguh Santoso mendatangi kediaman salah satu warga, Ibrahim (80) yang tengah terbaring sakit.

Ketua RT 03 Jaya yang saat itu mendampingi dirinya menyampaikan, Ibrahim sudah lama tak berobat karena keterbatasan biaya.

“Pak Ibrahim tidak berobat karena tidak memiliki BPJS. Ia tidak mampu membayar biaya BPJS yang harus dibayar 1 bulan sekali, sedangkan istrinya Omi (73) juga menderita sakit lumpuh,” kata Jaya.

Keterbatasan ekonomi juga membuat pasangan suami isteri (pasutri) tersebut terpaksa harus tinggal di rumah tidak layak huni. Mereka hanya bisa pasrah dengan sakit yang dideritanya.

Selain kunjungi kediaman Ibrahim dan Omi, Cawawalkot yang berpasangan dengan Dadang Iskandar Danubrata ini juga mendatangi kediaman beberapa warga lainnya.

Masenun (75) wanita lansia yang tinggal di RT 05, RW 02 juga menjadi perhatian STS dan didatanginya, kondisinya yang dialaminya tak beda dengan yang sebelumnya, wanita lansia tersebut juga diketahui tengah sakit dan tak bisa berobat karena keterbatasan ekonomi.

Menyikapi persoalan tersebut, STS mengatakan Dinas Kesehatan Kota Bogor semestinya harus bisa memperhatikan masyarakat yang kurang mampu.

“Jika diketahui ada warga Kota Bogor dengan keterbatasan ekonomi tak bisa berobat, seharusnya segera turun tangan membantu memberi kemudahan,” tukas Sugeng.

Pria yang akrab disapa STS ini melanjutkan, layanan masyarakat Kota Bogor mendatang masih perlu disempurnakan.

“Dari beberapa kunjungan, saya melihat masih banyak warga tak mampu takut berobat karena tak punya uang. Suatu potret sosial bahwa masih banyak masyarakat kurang mampu terbengkalai dalam hal kesehatan,” tandas STS.

Komentar
Loading...