BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Sekda Akui DPUPR – Dishub Tak Sinergi Dalam Rancang Pembangunan

0 26

BogorOne.com | Kota Bogor – Adanya program pembangunan yang dinilai tumpang tindih antara Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) diakui Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat.

Sekda mengaku hal itu terjadi karena kurangnya sinergi antar SKPD dalam membuat perencanaan pembangunan, meski semua pembangunan yang dirancang pada dasarnya untuk kepentingan umum.

“Kurang sinerginlah, seharusnya di koordinasikan disinergikan, nanti sebelah mana yang akan di pake projek uji coba Tempat Parkir Elektronik yang dibuat Dishub dan sebelah mana yang akan dibangun untuk pedestrian oleh DPUPR,” kata Sekda belum lama ini.

Terkait dua proyek tersebut, dirinya mengaku akan turun kelapangan dan melihat langsung, supaya bisa menilai mana yang harus jadi prioritas dan segera dilaksanakan pembangunannya.

Seperti diketahui saat ini Dishub telah membuat jalur parkir berbasis parkir elektronik di Jalan Suryakencana. Dalam proyek tersebut telah memasang 18 unit mesin TPE buatan Swedia melalui e-katalog denga nilai Rp 2,2 miliar.

Sementara dilokasi yang sama DPUPR merencanakan pembangunan pedestrian dengan menganggarkan dana sebesar Rp14 miliar.

Menurut Kadis PUPR Chusnul Rozaki kedepan desain pedestrian akan mengalami perubahan diperlebar menjadi total 7 meter. Sebelah kiri jalan 3,5 meter dan kanan 3,5 meter. Dengan demikian, untuk lebar badan jalan akan berkurang dari tadinya 10 meter menjadi 7 meter.

Menanggapi hal itu, Komisi III DPRD Kota Bogor meminta Pemerintah Kota Bogor menyetop rencana pembangunan pedestrian dan proyek Terminal Parkir Elektronik (TPE) di Jalan Suryakencana.

Anggota Komisi III Teguh Rihananto mengatakan Jalan Suryakencana sudah masuk kawasan khusus, sehingga pihaknya berharap ada sebuah desain yang lebih detail lagi semacam RTBL (Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan) untuk memastikan pola pembangunan di sana mau seperti apa.

Setahu dirinya selama di komisi belum pernah mendengar adanya rencana pembangunan pedestrian jalam Suryakencana yang menelan dana sebesar Rp 14 miliar.

Lain hal dengan program Terminal Parkir Elektronik (TPE) di Jalan Suryakencana dan juga rencana perubahan Plaza Bogor menjadi gedung parkir.

“Jangan sampai uang rakyat ini dihambur-hamburkan gak jelas, yang nantinya jadi proyek yang mubazir. Jadi lebih baik di stop dulu dan dikoordinasikan mana yang lebih prioritas,” tegasnya (As)

Komentar
Loading...