BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Selamatkan Uang Negara Puluhan Milyar, Kejari Bogor Diganjar Penghargaan

0 58

BogorOne | Kota Bogor – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor yang menangani kasus korupsi lahan Angkahong dan berhasil menyita uang negara puluhan milyar rupiah mendapat penghargaan dari Kejati Jabar.

Seperti diketahui, selain menyita uang puluhan milyar dalam kasus tersebut juga telah menjebloskan dua pegawai negeri sipil (PNS) Kota Bogor dan satu orang apraissal.

Ya, belum lama ini Kejari Bogor mendapatkan penghargaan dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat tentang pengembalian kerugian negara sebesar Rp20 Milyar.

Kepala Kejari Bogor Yudi Indra Gunawan mengatakan, saat ini capaian pengembalian kerugian negara dari sejumlah kasus tindak pidana Korupsi pihaknya memperoleh peringat terbaik se Jawa Barat.

“Jadi, potensi kerugian negara itu berhasil disita dari tangan koruptor dan dikembalikan ke Kas Negara,” Yudi, Selasa (09/04/18)

Masih kata dia, dari beberapa kasus korupsi yang ditanganinya, kasus yang paling menonjol dalam pengembalian uang negara itu pidana yakni kasus korupsi pengadaan lahan warung jambu atau dikenal kasus Angkahong.

“Kasusnya sudah mendapatkan putusan Pengadilan Tipikor Bandung,” ujarnya.

Yudi menambahkan, saat ini upaya penyelamatan uang negara terus berlangsung dengan adanya penyitaan hasil korupsi.

“Karena sudah menyelamatkan uang negara dari hasil korupsi, bahkan kita mendapatkan apresiasi terbaik se Jawa Barat,” tandasnya.

Saat ini, masih kata dia, jajaran Jaksa juga sedang menyelidiki sejumlah kasus korupsi yang berpotensi menimbulkan kerugian negara, sehingga penyelamatan uang rakyat menjadi optimal.

“Ini merupakan prestasi tim kami yang saling bersinergi. Tanpa dukungan anak buah, mungkin tidak bisa optimal seperti ini,” kata Yudi lagi.

Untuk tahun ini, jelas Yudi, pihaknya juga meraih peringkat tiga besar dalam penanganan kasus terbanyak tindak pidana korupsi di wilayah Kejati Jabar.

“Jumlah PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) dari penanganan kasus korupsi Januari 2018 ini saja sudah mencapai Rp450 juta lebih. Ini belum termasuk sektor bidang lainnya,” ungkapnya

Komentar
Loading...