BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Semangat Hardiknas 2018, Guru Honorer Apresiasi Bogor Samawa Bima-Dedi

0 45

BogorOne | Kota Bogor – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2018 menjadi refleksi seluruh pegiat dunia pendidikan. Memang sejatinya perbaikan pendidikan tidak terbatas oleh waktu karena senantiasa terus berjalan secara berkelanjutan dari masa ke masa.

Mulai dari nasib kesejahteraan guru honorer hingga persoalan pendidikan karakter bagi pelajar menjadi hal terpenting untuk diberikan perhatian khusus oleh pemangku kebijakan. Terlebih bagi pelajar berprestasi namun kurang mampu dari sisi ekonomi.

Mewujudkan hal itu, pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor nomor urut 3, Bima Arya – Dedie A Rachim menggagas program Bogor Samawa yang konsen terhadap persoalan pendidikan, baik pendidikan untuk kaum Ibu, pelajar, maupun guru ngaji.

Di momentum Hardiknas kali ini, program pasangan petahana itu rupanya mendapat sambutan positif dari Angrum Puspasari, salah seorang wanita yang berprofesi sebagai guru honorer di Kota Bogor.

Dirinya amat tertarik dan penasaran terhadap program sekolah untuk kaum Ibu. Semua programnya sudah bagus, bisa membantu warga Kota Bogor dalam meringankan beban masyarakat dari aspek pendidikan.

“Cuma tinggal angkanya aja yang pasti, seperti berapa nilai insentifnya. Terus menarik juga yang soal pendidikan untuk kaum Ibu,” ujar Angrum pada Rabu (02/05/18).

Menurut Angrum, program-program bantuan untuk pendidikan diharapkan dia harus tepat sasaran, merata hingga ke pelosok wilayah Kota Bogor. Sebab, saat ini ia masih banyak mendengar maupun menemukan bantuan-bantuan yang tidak tepat sasaran.

“Yang paling penting tepat sasaran serta merata ke seluruh pelosok wilayah Kota Bogor. Kalau boleh usul, tolong adain juga program sekolah paket B/C, kan banyak juga anak yang putus sekolah. Di program Samawa kan untuk anak yang masih sekolah aja, sesangkan yang putus sekolah gimana nasibnya,” kata dia.

Selain mengapresiasi program, Angrum juga merasakan perubahan Kota Bogor saat dipimpin Bima Arya. Terlebih, kali ini berpasangan dengan mantan pejabat KPK, Dedie A Rachim.

“Iya, periode sebelumnya kan Kang Bima sudah bagus tuh dalam menata Kota dan Taman. Nah sekarang tinggal mensejahterakan penduduknya aja sih gue rasa. Pasti kepilih lagi sih menurut gue mah,” terangnya.

Jika pasangan Badra, sebutan bagi pasangan Bima – Dedie terpilih untuk periode selanjutnya, Angrum berharap kepada keduanya dapat memberikan perhatian lebih terhadap para guru honorer di Kota Bogor yang jumlahnya saat ini diperkirakan mencapai ribuan.

Meski tidak bisa diangkat menjadi guru PNS, namun Ia hanya menginginkan kesejahteraan guru honorer.

“Tolong diperhatikan lagi kaum guru honorer, minimal disejahterakan meskipun tidak setara dengan PNS. Minimal gaji cukup. Nah, kami harap sih untuk inpasing (proses penyetaraan sertifikat untuk guru) guru honorer dipermudah, gue rasa gak akan banyak orang nuntut pengen jadi PNS. Semoga aja Kang Bima – Dedie bisa wujudkan itu,” tandasnya.

Selain Angrum, program beasiswa setiap tahun bagi pelajar berprestasi untuk kuliah di Universitas, baik dalam dan luar negeri pun turut di respon oleh Rusdian Saleh.

Menurutnya, program tersebut memang sangat dibutuhkan siswa yang memang ingin melanjutkan pendidikannya namun terbentur oleh biaya.

“Saya, sebagai mahasiswa melihat bahwa program beasiswa bagi pelajar berprestasi serta bagi siswa yang kurang mampu untuk melanjutkan pendidikannya ke Universitas memang sangat dibutuhkan. Hanya tinggal teknis untuk mendapatkan beasiswanya saja bagaiamana, apakah diajukan atau memang dipilih,” ungkap Rusdi.

Menurut mahasiswa tingkat akhir ini, ada banyak yang perlu diperhatikan oleh pasangan Bima – Dedie jika terpilih dalam kontestasi politik kepala daerah Kota Bogor nanti. Rusdi menginginkan pasangan muda tersebut dapat menjadi abdi untuk masyarakat.

“Warga Kota Bogor sebetulnya gak minta yang muluk-muluk. Lancarkan saja segala urusan warga bogor, gak mesti penataan kota saja, tapi meningkatkan kualitas pelayanan seperti di Pemkot, BUMD, kaya misal nyairin BPJS Ketenagakerjaan, ngurus KTP, Akta lahir, Paspor, SIM, STNK, NPWP dan pelayanan rumah sakit. Ya saya harap bisa lebih ditingkatkan lagi lah, gimana caranya warga itu gak repot ngurusnya,” pesannya.*

Komentar
Loading...