BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Sesepuh Golkar Dukung Penuh, Serta Kagumi Pasangan Badra

0 70

 

BogorOne | Kota Bogor – Politisi senior sekaligus salah satu pendiri partai golkar Akbar Tanjung menilai, pasangan Bima Arya – Dedie A Rachim layak memenangkan pilwalkot 2018, karena Kota Bogor memang memtuhkan sosok pemimpin yang spirit dalam memajukan pembangunan kedepan.

Hal itu disampaikan dirinya saat menghadiri deklarasi pasangan calon petahana di SKI Tajur, Minggu (28/01/18). Tak luput sesepuh partai golkar ini juga mengenakan kemeja kotak-kotak menandakan dukungannya atas pasangan Bima Arya -Dedie A Rachim (Badra).

Politisi senior kelahiran Sibolga, Sumatera Utara, 14 Agustus 1945 tersebut mengaku tertarik dengan integritas dan intelektualitas dari kombinasi serta latar belakang duet Badra.

“Integritas sudah tidak diragukan. Kombinasi keduanya cukup ideal. Sudah punya pengalaman di masing-masing bidang,” katanya.

Ia yakin, pasangan Badra mampu memberikan dukungan suatu sistem pemerintahan yang efektif, bersih dan berwibawa dalam memimpin Kota Bogor di periode berikutnya.

“Saya memberikan dukungan penuh, saya minta seluruh jajaran Partai Golkar dan warga Kota Bogor, tidak usah ragu mendukung Bima-Dedie,” ujarnya.

Sosok Bima Arya, kata Akbar, merupakan seorang sosok tokoh pemuda yang punya visi yang kuat dalam membangun Kota Bogor. Dengan latar belakang intelektualitas Bima Arya ini betul-betul memahami bagaimana aspirasi masyarakat Kota Bogor.

Seperti kita ketahui tambh dia, Bogor sebagai penyangga Ibukota,  Bima Arya bisa menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan warganya yang bekerja di Jakarta dan sekitarnya.

“Karena itu masalah infrastruktur patut menjadi perhatian beliau,” tambah politisi Partai Golkar ini.

Dari sisi intelektualitas, Akbar menyatakan bahwa Bima Arya mampu berkomunikasi yang baik dengan para intelektual, baik tingkat lokal maupun nasional.

Diakuinya, Kota Bogor merupakan kota perguruan tinggi juga, dan hal itu yang menjadi seorang yang memiliki penerimaan yang baik dari masyarakat, terutama masyarakat menengah ke atas.

“Menengah yang dimaksud, bukan masyarakat menengah dari sisi ekonomi, tapi dari presfektif intelektualitasnya,” jelasnya.

Mengenai sosok Dedie, dirinya mengaku mengenal mantan pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu dari saudaranya, tepatnya keponakannya.

“Saya lihat profilnya,  saya langsung tertarik. Dari segi latarbelakang KPK juga, sudah pasti beliau punya integritas yang sangat mumpuni. Makanya saya datang ke acara ini,” tandasnya.

Komentar
Loading...