BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Siapkan Transformasi Kawasan Stasiun, Bima Dapat Dukungan Dari Akademisi

0 63

BogorOne | Kota Bogor – Calon Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto, tengah mematangkan konsep perluasan area Stasiun Besar Kota Bogor jika terpilih kembali diperiode berikutnya.

Calon petahana yang memutuskan menggandeng Dedie Rachim (Pejabat Kedeputian KPK) ini, mengatakan konsep perluasan stasiun sudah tersedia.

“Jadi konsep untuk stasiun udah ada tapi masih terpisah, grand desainnya lagi dipikirkan,” ujar Bima Arya, Senin (12/03/18)

Bima Arya menerangkan, tidak hanya memperluas kawasan stasiun, akan tetapi juga menata ruang publik disekitar lokasi tersebut.

“Disitu Taman Topi jadi ruang terbuka hijau, pasarnya diatur masuk ke dalam, stasiun kembali seusai heritagenya, jalur pejalan kaki dibuat lebar, dan PKL akan dibawa masuk ke dalam pasar,” ungkapnya.

Bima menyatakan, ketika menjabat sebagai walikota Bogor, dia menetapkan sejumlah aturan kepada pengembang yang akan membangun dilokasi itu. Pertama harus sejalan dengan grand desain seluruh tata kota Bogor yang pemerintah buat, kedua harus membantu memecahkan persoalan kota.

“Dan ketiga saya meminta jaminan bahwa yang mengisi lapak harus orang Bogor,” ujar Politisi PAN itu.

Bima juga menjawab terkait mundurnya jadwal pembangunan proyek perluasan stasiun. Menurutnya, kendala yang dihadapinya adalah lebih ke persoalan AMDAL.

“Dalam prosesnya amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) itu terhambat, dan kalo enggak sesuai syarat yang diajukan ya enggak diijinkan. Kita ikuti rule aturan UU. Insyallah akan lancar kedepan, kami upayakan itu,” katanya.

Sekedar informasi, salah satu kawasan yang termasuk dalam konsep perluasan area stasiun adalah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Paledang Kota Bogor. Terkait lapas ini, lokasi akan direlokasi. Namun, menunggu keputusan Kemenkum HAM RI.

Sejumlah pengamat menilai, kebijakan Bima Arya sangat rasional dan strategis. “Patut didukung. Saya sebagai warga Bogor sepakat jika kawasan Kapten Muslihat, terutama area stasiun dirapihkan,” ungkap Pengamat Transportasi Universitas Pamulang (Unpam), Mohammad Yamin, dihubungi, petang tadi.

Akademisi Hukum Pidana yang tinggal di Tanah Sareal ini juga menilai kepemimpinan Bima Arya sudah bagus.

“Lima tahun itu pemetaan. Lima tahun kedepan harus diselesaikan. Sebagai akademisi saya melihat, kebijakan demi kebijakan Bima Arya masih rasional dan menunjukkan hasil bagus,” tandasnya.(As)

Komentar
Loading...