BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Sikapi Kasus Kematian Fernando, DPP Gerindra Datangi Polresta Bogor Kota

0 78

BogorOne || Kota Bogor – DPP Gerindra turun tangan atas peristiwa kematian Fernando Alan Joshua Wowor pada perkelahian di Club malam lipps di Sukasari, Bogor Timur, Sabtu (20/01/18) pukul 02.00 WIB dini hari.

Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman beserta tim mendatangi Kantor Polresta Bogor Kota di Jalan Kapten Muslihat Sabtu sore.

Kedatangan tim Advokasi DPP Gerindra itu untuk menindak lanjuti laporan, bahwa seorang kader Gerondra Fernando Alan Joshua Wowor tewas terkena tembakan dibagian dada saat terlibat keributan dengan oknum anggota Brimob berinisial R berpangkat Briptu.

Habiburokhman mengaku ada kejanggalan dalam proses penanganan kasus tersebut. Dirinya merasa apa yang di laporkan oleh calon istri dari Briptu R salah dan tak adil.

Untuk itu, atas nama kuasa hukum dari Gerindra, dirinya menemui Waka Polresta Bogor Kota dan melakukan protes.

“Kami kaget pas mendapat informasi bahwa rekan korban atau saksi mata justru di periksa sebagai saksi atas laporan calon istri pelaku, saya pikir ini ngga fair. Karena yang diperiksa justru kejadian setelah penembakan,” kata Habiburokhman kepada wartawan.

Menurut Habiburokhman, penanganan kasus ini seharusnya kasus penembakkannya dulu yang diusut oleh Polisi, bukan malah berpihak.

Tetapi lanjut dia, setelah disampaikan ke Wakapolresta, pihak Polresta berjanji akan mengusut dua-duanya sesuai alat bukti dan keterangan para saksi.

“Atas pernyataan tersebut, kami mengapresiasi Waka Polresta yang menjamin LP ini berjalan dan mereka akan adil dengan bukti-bukti yang ada,” ujarnya.

Selain itu ia mengatakan, bahwa apa disampaikan Kabidkum Polda Jabar yang menyebut terjadi cek cok di tempat parkir dan ketemu di pintu keluar itu tidak benar.

Karena menurut informasi dari rekan-rekan almarhum tambah Habiburokhman, mereka langsung ketemu di pintu keluar dan tidak ada cek cok.

“Karena sama-sama tidak mau mengalah, si pelaku mengeluarkan pistol, kemudian korban dan rekan-rekannya ditodong pistol. Setelah itu, mereka menepis dan melawan, dan disitulah terjadi perkelahian, serta penembakan dan akhirnya terkena almarhum,” jelasnya.

Dalam mengawal kasus tersebut, ia berjanji akan serius mengadvokasi sampai di manapun. “Kami akan mencari keadilan,” tegasnya.

Atas kejadian ini, Ia meminta kepada Polri untuk bisa bersikap Profesional, terutama netral karena ini menyangkut oknum anggota. “

“Jangan sampai masyarakat berpersepsi, apalagi kita bahwa tidak ada penegakan hukum, sebab ini salah, masalah nyawa dan kita tidak mau main-main,” pungkasnya.

Sebelumnya Kabidkum Polda Jawa Barat, Kombes Polisi Iksantyo Bagus Pramono, membenarkan ada kejadian keributan anggota kepolisian dengan masyarakat sipil sekira pukul 02.00 WIB.

“Sementara hasil dari interogasi dan olah TKP, satu korban masih dirawat di rumah sakit Kamat Jati dengan kondisi kritis. Itu merupakan anggota kami (Kepolisian, red). Kami masih menunggu perkembangan kondisi anggota,” ungkapnya dalam rilis di Mako Polresta Bogor Kota pada Sabtu (20/01/18) pagi.

Iksantyo Bagus Pramono menjelaskan, masyarakat sipil satu meninggal dunia disebabkan oleh letusan senjata api yang dalam hal ini merupakan perlengkapan perorangan anggota polri.

“Dari surat-surat juga sudah kami cek, lengkap anggota itu. Kejadiannya di tempat parkir Lipss Club, kami belum tahu masalahnya apa. Kasus sedang dalam penyelidikan, kemudian saksi saksi dan barang bukti sudah kami amankan,” tandasnya.

Komentar
Loading...