BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Sikapi Kerusakan Lingkungn, Pengamat : Pemimpin Harus Komitmen dan Berani Selamatkan Lingkungan

0 30

 

BogorOne.com | Rumpin – Kerusakan lingkungan baik tanah, air dan udara begitu masif dan menjadi hal yang sangat mudah ditemui di berbagai wilayah, tidak terkecuali di tanah bumi tegar beriman.

Tengok saja wilayah area tambang terbesar di Kabupaten Bogor, terutama Kecamatan Rumpin. Berbagai kerusakan lingkungan hidup, pencemaran udara dan air, sangat jelas nampak.

Menyikapi hal itu, salah satu warga Rumpin mengetakan, generasi masyarakat Rumpin ke depan, hanya akan menerima kondisi alam yang rusak dengan kondisi udara dan air yang tercemar.

“Masyarakat Rumpin hanya akan bermimpi memiliki lingkungan hidup yang asri dan sehat. Semua habis tergerus eksploitasi alam para pemodal dan pengusaha besar yang mengatasnamakan pembangunan.” Ungkap Endri S saat memperingati Hari Lingkungan Hidup se Dunia beberapa waktu lalu.

Sementara Pengamat Lingkungan Hidup Universitas Parahiyangan (Unpar) Bandung Asep Warlan mengungkapkan, momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Dunia tahun 2018, seharusnya menjadi sebuah titik balik bagi adanya evaluasi dari adanya dampak negatif gencarnya pembangunan.

“Industrialisasi, investasi dan konversi lahan, seharusnya tidak mengorbankan penyelamatan atas fungsi dan daya dukung lingkungan hidup untuk masa depan generasi bangsa,” ujar Asep Warlan.

Pria yang juga Dosen Hukum Lingkungan ini memaparkan, seringkali masalah penyelamatan lingkungan dibenturkan dengan dalih untuk investasi pembangunan, pembukaan lapangan kerja dan sebaginya.

Menurutnya, hampir myoritas pemimpin, misalnya saat orasi atau kampanye, selalu menggebu-gebu menyampaikan, segala sesuatu demi pembangunan.

“Sayangnya mereka rata-rata mengenyampingkan fungsi keselamatan lingkungan hidup. Padahal terjaganya lingkungan hidup bagian penting untuk keberlangsungan kehidupan manusia,” paparnya.

Asep Warlan menegaskan, saat ini dibutuhkan para pemimpin dan pejabat pemerintah yang punya komitmen dan keberanian untuk pro kepada penyelamatan lingkungan.

Karena lanjut dia, kebijakan pemimpin dan pejabat pemerintah dalam menyelamatkan alam dan lingkungan, sangat dibutuhkan.

“Meski dalih investasi, industrialisasi, lapangan kerja atau apapun, jika merusak lingkungan harus ditolak. Pemimpin harus berani berkata tidak jika pembangunan berdampak merusak alam dan lingkungan,” tandasnya.

Dia mencontohkan, jika ada lahan sumber air, lahan pertanian, atau lahan penunjang swasembada atau ketahanan pangan, seharusnya tidak semena-mena dikonversi menjadi industri atau apapun jenis usaha berdalih pembangunan.

“Karena akan merusak ekosistem lingkungan hidup, merusak pekerjaan para petani dan mengancam ketahanan pangan. Pembangunan itu harus terintegrasi dengan penyelamatan lingkungan,” tegasnya.

Dirinya berharap, di masa datang para pemimpin dan pejabat pemerintah lebih mengedepankan nurani kemanusiaan dan ramah lingkungan, dibanding mengejar gengsi pembangunan semata.

“Saat ini harus dikembangkan Green Investment. Penanaman modal usaha yang terintegrasi dengan kelestarian alam dan lingkungan,” pungkasnya. (Iwan)

Komentar
Loading...