BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Sisir Perkampungan Jalur Rel KAI, STS Terima Aduan Warga Soal Rencana Penggusuran

0 85

BogorOne | Kota Bogor – Blusukan ke Kampung Sirnasari, Kelurahan Empang, Bogor Selatan, Cawawalkot Bogor Sugeng Teguh Santoso (STS) disambut hangat warga. Di Kampung yang notabenenya berada di jalur Rel PT KAI itu, warga mengadukan soal rencana penggusuran yang akan dilakukan PT KAI.

Menurut pengakuan warga yang tinggal ditepi jalur rel kereta, sudah lama dihantui rasa was-was terkait nasibnya yang bakal digusur dalam waktu dekat oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).

PT KAI sudah mencanangkan rencana pembangunan jalur ganda kereta api Bogor-Sukabumi sejak tahu lalu dan ditargetkan selesai pada 2020 mendatang.

Supendi (50) penduduk RT 7, RW 4, Sirnasari, Kelurahan Empang menyampaikan, sejauh ini belum ada kepastian tawaran solusi jika dilakukan penggusuran dari PT KAI.

Jika pembangunan rel ganda ini dibangun kata dia, sudah pasti akan banyak warga yang rumahnya digusur.

“Saya sudah 11 tahun tinggal disini. Kalau pun harus pindah, mau pindah kemana? Sementara, sampai saat ini belum ada kabar kepastian dari PT KAI,” kata Supendi

“Kami berharap smoga Pak Sugeng jadi pemimpin Kota Bogor, dan menjadi pemimpin yang bisa membantu kami dan warga lainnya,” ujarnya.

Menyikapi persoalan itu, Sugeng mengatakan pelaksanaan pembangunan rel ganda nantinya akan menyumbangkan kemiskinan baru untuk warga yang tinggal dipinggiran rel, seperti Sindangsari.

Menurutnya, warga tidak bisa dibiarkan mengalami nasib seperti itu. Ia mempertanyakan sejauh ini apakah pemerintah daerah sudah memikirkan hal itu?.

Karena lanjut Sugeng, dengan penggusuran masyarakat tak hanya akan kehilangan tempat tinggalnya. Tapi, juga sumber mata pencarian atau pekerjaannya.

“Jadi, siapa pun yang nantinya akan terpilih menjadi kepala daerah Kota Bogor harus memikirkan hal ini, menyeleamtkan masyarakat dari kemiskinan,” ujarnya.

Ia berpendapat, idealnya yang harus dilakukan Pemkot Bogor adalah tindakan utamanya adalah melakukan advokasi, dengan mengingatkan PT KAI agar penggusuran yang dilakukan tidak berdampak pada persoalan sosial bagi warga.

Masih kata dia, tidak boleh ada penggusuran sebelum ada solusi pemukiman warga. Pemkot Bogor harus berdiri di pihak warga. Jadi, tidak boleh ada pembongkaran sebelum ada solusi pemukiman warga.

“Jika nantinya kami terpilih, saya bersama kang Dadang akan berdiri membela kepentingan warga tanpa reserve. Tak boleh ada warga Kota Bogor dimiskinkan karena pembangunan rel kereta sebelum ada kepastian solusi pemukiman,” tandasnya.

Usai blusukan di perkampungan padat penduduk di Sirnasari, pria yang akrab disapa STS ini melanjutkan perjalanan menyusuri gang demi gang ke Layungsari dan kemudian berziarah ke makam Habib Abdullah Bin Mukhsin Al-Attas di Empang.

Kedatangan STS disambut baik Habib Zaky Alathas. Bahkan, ia pun ikut mendoakan Cawawalkot Bogor STS bersama pasangannya Dadang Iskandar Danubrata di gelaran Pilwalkot Bogor.

Terakhir, blusukan Sugeng melakukan sapa warga di Batutulis dan mengunjungi salah satu warga yang menderirta sakit kawasaki atau peradangan pada dinding pembuluh darah di seluruh tubuh.

Komentar
Loading...