BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Soal Pilkada 2018, Ini Pernyatan Politik SBY

0 58

BogorOne | Cibinong – Dalam pernyataan politiknya di hadapan ratusan Kader di depan Kantor DPC Kabupaten Bogor, Jumat 5 Januari 2018. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan 5 hal.

Kelima hal tersebut merupakan pandangan, harapan, ajakan dan komitmen partai yang dipimpinnya sebagai peserta Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

Dalam pidatonya, SBY meminta semua pihak menjunjung tinggi moral dan etika politik dalam pelaksanaan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 mendatang.

“Secara moral semua pihak wajib berbuat agar pilkada dan pemilu mendatang benar-benar berlangsung secara jujur, adil dan demokratis. Bebas dari kecurangan dan pelanggaran, apalagi yang amat keterlaluan,” kata SBY.

Dirinya juga meminta, tidak menghalalkan segala cara, apalagi yang bertentangan dengan undang-undang dan aturan pemilu. Tidak menghancurkan pesaing-pesaingnya dengan kekuatan uang besar-besaran.

Meskipun persaingan bisa sangat keras, tetapi ingat selalu ada batasnya. Kekerasan dan penggunaan kekuatan fisik bukanlah cara yang baik.

“Kita harus memegang prinsip kompetisi antar saudara. Persaingan dalam persatuan. Setelah pemungutan suara dilakukan, kita harus menghormati dan menerima hasilnya,” tandasnya.

Kata SBY, setiap kandidat dan partai politik tentulah ingin menang. Tetapi harus siap pula menerima kekalahan. Partai Demokrat pernah menang, pernah pula kalah.

“Kalau menang kami bersyukur dan tentu senang, namun tetap menjaga perasaan yang kalah,” ujarnya.

Partai Demokrat juga berharap penyelenggara Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 dapat menjaga integritas dan kualitas kinerjanya. Baik Pilkada 2018 maupun Pemilu 2019 sama-sama memiliki tantangan dan kompleksitas yang tinggi.

Masih kata mantan Presiden RI ke 6 itu, Pilkada 2018 adalah pilkada terbesar atau paling banyak pesertanya yang dilaksanakan secara serentak.

Sedangkan Pemilu 2019 adalah pemilu pertama yang baik pemilu legislatif maupun pemilihan Presiden dan Wakil Presiden juga dilaksanakan secara serentak.

Karenanya, semua penyelenggara pemilu, baik jajaran KPU, Bawaslu maupun DKPP, harus merencanakan, mempersiapkan dan melaksanakan semua kegiatan pilkada dan pemilu tersebut dengan baik.

“Jangan sampai terjadi kesalahan, apalagi yang prinsip sifatnya. Di samping harus cakap dan memiliki integritas yang baik, para penyelenggara pemilu harus siap pula bekerja dengan intensitas yang tinggi,” pintanya.

Dan juga, Partai Demokrat mengingatkan, netralitas negara, termasuk BIN, Polri, Kejaksaan dan TNI mutlak adanya. “Negara harus netral dan tidak boleh berpihak. Di sini termasuk BIN, Polri, Kejaksaan dan TNI. Juga BUMN dan BUMD,” pungkasnya. (Wan)

Komentar
Loading...