BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Soal Trans Mart Tajur, DLH : Dia Belum Ajukan Amdal.

0 62

BogorOne | Kota Bogor – Meski sudah melakukan Cut and Fill, namun Proyek Trans Mart yang berada di Jalan Raya Tajur Kelurahan Pakuan, Bogor Timur belum mengajukan analisis dampak lingkungan (Amdal) ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor.

“Sampai saat ini belum Trans Mart belum mengajuakan untuk pengkajian amdal,” kata Kepala DLH Kota Bogor Elia Buntang di Kantornya belum lama ini.

Diakuinya, amdal itu buka izin, tapi hanya saran teknis yang memang harus dibahas atau dikaji oleh tenaga ahli yang sudah bersertivikat.

Masih kata dia, mereka saat ini sudah melakukan cut and fill tidak masalah, yang pntg setelah itu tidak ada kegiatan apa-apa.

Elia menambahkan, biasanya proses pengkajian amdal dilakukan 105 hari, dan kalau lewat dari waktu yang sudah ditentukan bisa hangus.

Saat disinggung apakah lokasi tersebut layak untuk dibangun, menurutnya selama memenuhi peraturan maka itu bisa dibangun.

“Gak apa-apa, bagus kalau di bangun Trans Mart disitu. Karena bisa membendung pengunjung dari wilayah selatan tidak masuk ke pusat kota semua,” kata Elia.

Dia menambahkan, persoalan yang
biasanya menghambat investasi itu adalah adanya izin tetangga. Padahal lanjut dia, yang berwenang mengeluarkan izin adalah pemerintah.

“Kalaunwarga itu cukup persetujuan saja, dan setuju atau tidak yang penting sudah minta atau mengajukan ke warga,” cetusnya.

Ia berpandapat, hal yang seharusnya ditekan ke pengusaha itu bukan soal izin, tetapi bagaimananya caranya agar pengusaha bisa membuat kontrak memfasilitasi tenaga kerja lokal.

Karena, kata Elia biasanya meski ada kesanggupan dan kesepakatan, pada akhirnya pengusaha akan menggunakan tenaga kerja yang kontraktor tentukan, tidak memberdayaka masyarakat setempat.

Sementara warga sekitar, menolak pembangunan supermarket tersebut, dengan alasan di Jalan Raya Tajur selalu macet dan adanya Trans Mart maka akan semakin macet sehingga merugikan masyarakat.

Komentar
Loading...