BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Soal Transmart, Usmar Catat dan Pegang Pernyataan Rino

0 52

BogorOne | Kota Bogor – Sikap direksi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang disampaikan melalui Dirum PDAM Rino Indira soal rencna kerjasama sewa lahan dengan Transmart menjadi catatan khusus bagi Pemkot Bogor dan jadi pegangan Plt Walikota Bogor Usmar Hariman.

Sesuai pernyataannya, Rino mengatakan pihaknya setuju dan sepakat dengan Pemerintah Kota Bogor, terkait tidak menyewakan lahan miliknya ke pihak Transmart.

Plt Walikota Bogor Usmar Hariman mengatakan, sikap PDAM yang seirama dengan Pemkot Bogor, semuanya demi keamanan PDAM.

Karena sambungnya, di lahan yang dibidik oleh Transmart, terdapat pipa besar yang beresiko sangat besar apabila terganggu. Usmar juga mengaku sudah berkomunikasi dengan Dirut PDAM.

“Kita tidak ingin mengambil resiko walaupun secara existing sudah aman, tetapi apabila terjadi kesalahan akan berdampak besar bagi PDAM. Kita akan segera lakukan cek loksai untuk melihat kondisi disana, kemudian nanti akan dikeluarkan rekomendasi dari Pemkot Bogor,” kata Usmar.

Menurut Usmar, di lokasi itu terdapat pipa besar yang berada di kedalaman hanya dua meter dari permukaan tanah, artinya penanamam pipa milik PDAM yang dari tahun 1997 itu sangat rawan terjadi kerusakan karena kedalamannya sangat rendah.

Masih kata dia, dengan diameter pipa sekitar dua meter, kalau ada beban diatasnya akan berpengaruh besar dan merusak pipa. Sedangkan pipa itu penyuplai air ke 80 persen pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

“Resiko dan dampaknya sangat besar apabila pipa rusak. Jadi memang harus sangat hati hati dan lebih baik lahan itu tidak diganggu gugat,” ucap Usmar.

Namun demikian, apabila secara aturan dan kajian kajian memenuhi untuk disewakan, maka harus diawali dengan kejelasan alas hak tanahnya.

Kalaupun secara alas hak sudah jelas kata dia, dan memungkinkan di sewa pakaikan, Pemkot Bogor tentu tidak ingin hanya normatif saja secara peraturan, tetapi harus ada kontribusi tambahan diluar aturan dan konvensasi tambahan kaitan terjadinya kemungkinan dampak dampak kedepannya.

“Kalau memungkinkan dari sisi kajian, baru dilakukan sewa menyewa, namun apabila resiko lebih besar, maka lebih baik tidak disewakan. Kita lihat dulu status lahan dan kejelasan alas hak nya, apakah aset itu sudah dipisahkan atau belum,” tandas Usmar.

Ia menjelaskan, kalau sudah menjadi aset yang dipisahkan berarti yang menjalin kerjasama dengan PDAM, tetapi apabila alas tanah nya belum di pisahkan, maka kerjasama pihak ketiga yang akan menggunakan lahan itu dengan pihak Pemkot Bogor bukan dengan PDAM.

“Akan dilakukan pemeriksaan dulu kaitan alas hak tanahnya, apakah sudah diserahkan sepenuhnya ke PDAM atau masih milik Pemkot Bogor,” pungkas Usmar.

Komentar
Loading...