BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Sukses Tata Taman Kota, Bima-Dedie Siapkan Gebrakan Kota Ramah Keluarga

0 28

 

BogorOne | Kota Bogor – Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor nomor urut 3, Bima Arya – Dedie A Rachim berkomitmen mewujudkan Kota Bogor sebagai kota yang ramah bagi keluarga.

Usahanya tersebut telah terbukti dengan banyaknya ruang terbuka publik seperti taman-taman, pedestrian, dan lain-lain yang dibangun di masa kepemimpinan Bima Arya pada periode awal.

Meski telah banyak meraih penghargaan, Bima Arya menyadari, masih banyak persoalan yang harus dituntaskan di kota kelahirannya ini.

Oleh sebab itu, ia bersama Dedie A Rachim memiliki niat untuk menuntaskan dengan berikhtiar dalam kontestasi pemilihan kepala daerah.

Dalam massa kampanye ini, gerilya dan blusukan sapa warga hampir setiap hari dilakukan oleh Bima – Dedie. Mulai dari masuk gang sempit di permukiman padat penduduk hingga perumahan elit.

Pasangan petahana ini kerap kali beberkan visi dan misinya yakni ingin mewujudkan Kota Bogor sebagai kota ramah keluarga, mewujudkan kota yang sehat, mewujudkan kota yang cerdas dan mewujudkan kota yang sejahtera.

Merumuskan hal itu, Bima Arya bersama Dedie A Rachim menyiapkan program unggulan yang dapat menuntaskan hal-hal yang menjadi prioritas Kota Bogor saat ini.

Diantaranya, reformasi transportasi dengan menggabungkan tiga angkot menjadi satu bus berukuran 3/4. Kemudian menata Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pasar-pasar tradisional. Lalu mengentaskan kemiskinan dan memperluas lapangan kerja.

Menurut dia, semua program tersebut dibingkai dalam suatu visi yang kuat dan tajam yaitu mewujudkan Kota Bogor sebagai kota yang ramah untuk keluarga.

“Kota Bogor harus menjadi kota yang ramah untuk seluruh warga dalam melakukan aktifitas kesehariannya,” ujar Bima Arya dihadapan warga Kota Bogor pada setiap kampanyenya.

Program-program unggulan itu antara lain Bogor Lancar. Dengan cara menggabungkan 3 angkot menjadi 1 bus, cara tersebut diyakini Bima – Dedie dapat menuntaskan penataan transportasi.

Bahkan, pada tahun 2023 nanti, sistem baru transportasi kota yang berbasiskan bus transpakuan akan rampung di 7 koridor.

Selain konversi angkot, Bima – Dedie akan menuntaskan pembangunan jalan protokol alternatif seperti jalur Ring Road (R2), jalur Regional Ring Ring (R3), Bogor Inner Ring Road (BIRR) dan Bogor Outer Ring Road (BORR).

Lalu sambungnya, disinergikan dengan pembangunan flyover perlintasan kereta api di Jalan RE Martadinata dan Kebon Pedes.

Selain itu, juga akan ditambah lagi dengan penataan kawasan stasiun kereta api, pembangunan gedung parkir di pusat kota, dan penuntasan sarana Terminal Baranangsiang serta stasiun Light Rail Transit (LRT).

Setelah Bogor Lancar, ada pula program Bogor Merenah yang dimana terdapat pembangunan jalur pedestrian terintegrasi di pusat kota, pembangunan kampung wisata dan jalan lingkungan di setiap kelurahan, merevitalisasi pasar-pasar tradisional.

“Kampungku bersih dan hijau dengan target 100 persen sambungan air, 0 persen kawasan kumuh dan 100 persen sanitasi lingkungan,” ujarnya.

Pasangan Bima – Dedie ini juga memiliki program yang peduli terhadap sejarah. Dengan Bogor Kashor, rencananya pasangan dari nomor urut 3 ini akan merenovasi museum-museum yang turut menampilkan informasi tentang Bogor dari dulu, sekarang hingga masa depan.

Selain itu, Bogor Kasohor ini juga bakal merevitalisasi perpustakaan kota dengan fasilitas yang lengkap dan nyaman serta menjadikan pusat kuliner di setiap kecamatan.

Untuk mensejahterkan masyarakat, program Bogor Metekar dianggap pasangan Bima Dedie dapat menciptakan 20 ribu kesempatan kerja dengan konsep kolaborasi antara pengusaha, UMKM, Perbankan dan Profesional. Dengan begitu, festival seni dan helaran budaya akan rutin berjalan tiap tahunnya.

Program paling penting, menurut Bima – Dedie ialah Bogor Samawa. Sebab didalam program tersebut bersentuhan langsung dengan masyarakat. Seperti merenovasi 20 ribu Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), mengadakan sekolah ibu disetiap kelurahan, menganggarkan 50 beasiswa setiap tahunnya bagi para pelajar berprestasi untuk kuliah di dalam maupun luar negeri, pemberian insentif bagi guru ngaji, kepedulian dari para pejabat dan masyarakat menengah untuk membantu siswa yang tidak mampu.

Terakhir, Bima – Dedie miliki program bernama Abdi Bogor yang berfokus pada pelayanan publik, kunjungan dokter ke rumah warga, call center 24 jam, layanan malam pihak kelurahan, serta peningkatan sarana dan prasarana di RSUD.

Meski memiliki banyak program, dalam Pilkada ini Dedie A Rachim berpesan agar seluruh warga masyarakat Kota Bogor harus tetap menjaga kerukunan satu sama lain.

Hal itu dikatakan lantaran belakangan kerap terjadi peristiwa ujaran kebencian (hate speach) melalui media sosial.

Menurut mantan pejabat Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) itu, sejak awal ia bersama pasangannya, Bima Arya telah berkomitmen untuk menjaga kondusifitas selama proses kampanye berlangsung.

Dedie memaklum jika masayarakat mempunyai pandangan tersendiri terhadapa pasangan calon kepala daerah.

“Saya dan Pak Bima mengiginkan proses Pilkada berjalan dengan damai. Memang pencoblosan masih lama, yaitu tanggal 27 Juni. Selama proses ke pencoblosan ada kampanye, nah mudah-mudahan semua warga Kencana RW 09 melaksanakan kegiatan itu dengan damai, meskipun berbeda pilihan namun harus tetap rukun dan kondusif untuk menjaga silaturahmi,” pesan Dedie A Rachim yang pernah menjabat di KPK selama 12 tahun itu.*

Komentar
Loading...