BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Tak Pasti, Relokasi PKL Dewi Sartika Baru Sebatas Mimpi

0 30

BogorOne.com | Kota Bogor – Relokasi PKL Dewi Sartika, Kecamatan Bogor Tengah yang telah direncanakan Pemerintah Kota Bogor sejak lama, nampaknya masih sebatas mimpi.

Hal itu bukan tanpa alasan, tetapi untuk mewujudkan hal itu cukup berat, terbukti dari 445 PKL yang akan direlokasi ke blok A dan B milik PT.Javana mayoritas pedagang menolak karena beberapa faktor salah satunya keberatan dengan harus membauat DP kios sebesar Rp 10 juta.

Kepala Dinas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Koperasi Kota Bogor Annas Rasmana mengatakan saat ini pedagang masih ragu atas rencana relokasi.
karena pedagang harus bayar DP Rp 6-10 juta.

Annas melanjutkan, sejauh ini hasil negosiasi dengan Pemerintah Kota, PT.Javana sudah banyak menurunkan harga, mulai menurunkan harga hingg Rp 5 juta per kios, siap menanggung pajak, dan juga akan menggratiskan uang retribusi selama satu tahun untuk pedagang.

“Kalau kebijakan PT.Javana sudah finish, tinggal sekarang langkah Pemkot mau bagai mana,” kata Annas kemarin.

Dengan banyaknya pedagang yang menolak, maka hal itu akan kembali dirapatkan dengan muspida. “Kalau kita di UMKM  hanya relokasinya aja kalau penertiban kan ranahnya Satpol PP, kalau nanti ada penertiban, ya kami merangkul parq PKL yang mampu dan mau saja,” jelasnya.

Sambil menunggu pelaksanaan penertiban, pihaknya tetap  mencari tempat relokasi yang gratis para PKL. Diketahui PKL di Dewi Sartika berjumlah sekitar
443.

“Mereka itu rata-rata pedagang kering seperti sepatu, elektronik dan aksesori, kalau pedagang basah dan kuliner tidak bisa masuk karena kiosnya bukan peruntukan itu. Sementara dari 443 PKL itu 70 diantaranya pedagang buah-buahan dan makanan,” tandas Annas.

Seperti diketahui, sebelumnya para pimpinan dinas dan instansi terkait membahas hal itu pada rapat koordinasi di Balaikota Bogor, Rabu, 23 Mei 2018. Pilihan mereka terbagi dua yakni lima hari setelah Idul Fitri atau setelah pilkada.

Sementara itu Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman mengharapkan pelaksanaan
relokasi memberikan kebaikan bagi seluruh pihak.

“Bukan masalah ketertibannya saja, tapi harus mempertimbangkan resiko yang kemungkinan muncul seperti demo berkepanjangan dan sebagainya,” katanya.

Untuk itu, Usmar mendorong seluruh pihak yang terlibat untuk melakukan sosialisasi terus menerus pada para pedagang hingga mereka bersedia direlokasi secara sukarela.

Menurut dia, Pemerintah Kota Bogor telah berupaya membujuk para PKL tidak menggunakan trotoar dan badan Jalan Dewi Sartika. Upaya pemerintah menertibkan para PKL setiap tahun khususnya jelang lebaran tidak efektif karena pemerintah tidak memberikan solusi pemindahan tempat berjualan pedagang tersebut.

Usmar menyebutkan sebanyak 414 kios disiapkan di dalam kawasan Pasar Kebon Kembang untuk relokasi PKL kali ini. Area di blok A dan B itu dikhususkan untuk empat komoditas di antaranya pakaian, elektronik, sepatu atau sandal, dan campuran.

Pemerintah daerah juga memberikan keringanan biaya sewa kios setelah berkomunikasi dengan pihak pengelola pasar PT Javana. “Cicilan pedagang setiap bulannya hanya Rp1.540.000. Jumlah cicilan kiosnya sendiri satu juta rupiah ditambah retribusi kebersihan, keamanan dan pengelolaan listrik,” ujarnya. (Fray)

Komentar
Loading...