BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Tambah 4 Bus dan Tarif Naik, PDJT Akan Tetap Rugi

0 37

 

BogorOne.com | Kota Bogor – Dalam keadaan kronis, Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) terus berupaya untuk sembuh, kini mendapat suntikan tenaga baru dengan penambahan 4 bus Trans Pakuan yang di operasikan di rute Cidangiang – Bubulak.

Dalam mempertahan kondisi tersebut, selain menambah empat unit bus, PDJT juga menaikan tarif dari Rp5 ribu menjadi Rp6 ribu dan mempekerjakan kembali 20 karyawannya.

Namun meski demikian, upaya tersebut akan sia-sia dan PDJT akan tetap rugi, karena dengan menaikan taris sebesar Rp1.000,” diprediksi tidak akan kuat menutup kebutuhan operasional dan menggaji karyawan.

Ketua Komite Pemuda Nasional Indonesia (KNPI) Kota Bogor, Bagus Maulana Muhammad menilai bahwa langkah tersebut takkan mampu membangkitkan kembali Transpakuan seperti sedia kala.

“Sulit dengan tarif Rp6 ribu, sebab dari sisi hitungan akuntansi seharusnya tarif itu Rp9 ribu. Justeru dengan ongkos yang diberlakukan saat ini, semakin banyak penumpang Transpakuan makin rugi. Karena kehilangan Rp3 ribu per tiap penumpang,” katanya.

Terkecuali lanjut pria mantan aktivis HMI itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengucurkan subsidi terhadap PDJT untuk menutup kerugian Rp3 ribu per penumpang. “Bila tidak PDJT mesti memiliki Public Service Obligation (PSO) seperti bus pariwisata dan lain sebagainya,” katanya.

Ia berpendapat, apabila pemerintah ingin memberikan subsidi terhadap Transpakuan, mau tidak mau status PDJT harus diubah dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). “Nah, kalau status perusahaan sudah diubah, baru bisa disubsidi,” jelasnya.

Bagus menyatakan bahwa bisnis transportasi adalah bisnis rugi, dan hal itu mesti disadari oleh Pemkot Bogor. “Makanya di daerah lain tidak ada BUMD transportasi, yang ada adalah PT dan BLUD. Semestinya status PDJT itu diubah,” katanya.

Sebelumnya, Plt Direktur PDJT, Bambang Budianto mengatakan bahwa pada pengoperasian tahap pertama ini, baru terdapat empat bus Transpakuan yang akan dioperasikan. Iapun berharap bus terus bertambah kedepannya sesuai kebutuhan masyarakat dan tentunya melihat sisi kemampuan dari PDJT.

“Untuk itu saya juga berharap agar Pemerintah Kota Bogor ikut membantu PDJT yang sekarang kita anggap sudah mulai berjalan walaupun istilahnya berjalan dalam keadaan terseok-seok,” pintanya.

Bambang menambahkan, dengan dioperasikannya rute Bubulak – Cidangiang ini setidaknya ada kontribusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sebagai pengguna moda transportasi massal dan juga memperdayakan kembali karyawan PDJT yang masih menganggur.

“Empat bus ini bisa memperdayakan kembali delapan sopir karena terbagi dua shif pagi dan sore, ditambah 8 kondektur serta cadangan dua orang. Jadi sekitar 20 orang teman-teman yang sedang menganggur akan kita tarik kembali untuk bekerja,” tuturnya.

Masih kata dia, Transpakuan dengan rute Bubulak – Cidangiang maupun sebaliknya akan menerapkan bertarif flat dengan harga Rp6 ribu. “Nah, bagi penumpang juga imbau ketika naik bus untuk meminta karcisnya,” ucap Bambang.

Untuk diketahui, empat bus yang beroperasi rute Bubulak – Cidangiang tersebut merupakan hasil rekondisi 6 bus Tranpakuan yang semula akan diproyeksikan pada rute Cidangiang – Bellanova.

Bambang mengakui bahwa 23 bus Transpakuan dalam keadaaan terparkir di pool dan kondisinya rusak sehingga untuk perbaikannya perlu ada campur tangan dari Pemkot Bogor.

“Awalnya ada 40 bus reguler dan dua bus pariwisata. Dari 40, 10 bus diantaranya adalah pengadaan dari Kementerian Perhubungan, sedangkan sisanya 10 bus pengadaan tahun 2006 dan 20 bus tahun 2008 serta satu unit terbakar. Nah, dari 29 bus itu 23 bus dalam kondisi rusak berat, sedang dan ringan, jadi butuh biaya banyak,”¬†tandasnya. (As)

Komentar
Loading...