BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Terjun Dari Lantai 3 Polresta Bogor Kota, Terduga Pelaku Sodomi Tewas

0 57

BogorOne.com | Kota Bogor – Pria berinisial SF (41) diduga pelaku sodomi remaja berusia 15 tahun tewas mengenaskan setelah melompat dari lantai tiga gedung baru Polresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Kecamatan Bogor Tengah pada Selasa (04/09/18) malam.

Sebelum melompat dari lantai tiga Mako Polresta Bogor Kota, SF sempat bertingkah aneh dengan berteriak dan berlari menuju ruangan kosong yang gelap lalu keluar melalui jendela.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Agah Sonjaya, menuturkan kronologis itu berwal, anggotanya mendapat informasi melalui SPKT bahwa di Kampung Ciparigi, ada kejadian pencabulan terhadap anak dan pelaku sudah diamankan oleh warga.

Mendengar laporan tersebut, anggotanya langsung ke tempat kejadian perkara (tkp), begitu sampai dilokasi, petugas melihat masyarakat sudah berkumpul dan anggota berpikir cepat bahwa orang yang diduga pelaku itu harus diamantan dan disarankan siapa yang dirugikan untuk segera melaporkan.

 

Kemudian lanjut Agah, saat pihaknya sedang gelar perkara lain di ruangan dengan kanit dan anggota lain. Lalu anggota datang dengan membawa seseorang yang dianggap bahwa dia adalah pelakunya dalam kondisi di borgol kebelakang sekitar Pukul 21.00 WIB.

Diakuinya, terduga pelaku sodomi itu didudukan disamping pintu, saat dirinya berbalik, ia melihat orang itu ada luka dihidung dan menurut penjelasan katanya dianiaya disana, lalu kasat nanya terduga. “Kang punya anak punya istri,” kata Agah.

Namun terduga tidak merespon sama sekali, lalu dirinya minta ke anggota untuk membawa terduga ke klinik untuk dilakukan medis. Karena sesuai SOP takutnya penyerahan dari masyarakat ada apa-apa.

“Ketika mau di bawa keluar, dipintu dia seperti mau keluar dia kaya mau pingsan, tetapi begitu dia duduk dilantai terduga teriak sekerasnya, bahkan borgolnyapun putus, sampai-sampai saya lagi nulispu kaget,” ujar Agah.

Setelah berteriak, terduga pelaku berdiri dan langsung lari, bahkan petugaspun di tabrak. Pria berusia 46 tahun itu lari ke arah sebelah kiri ruangan kosong yang biasa di jadikan musolah yang waktu itu keadaan gelap.

“Dia terlihat petugas lalu dikejar, ternyata kakinya terlihat dia sudah keluar jendela. Saya tidak tahu apakah dia mau kabur atau sengaja mau loncat. Ketika itu petugas lari ke bawah, dan ternyata pada saat petugas sampai di bawah dia sudah terjatuh dengan luka bagian kepala,” tuturnya.

Setelah itu, pihaknya melakuka evakuasi, karena jarak ambulan deket hanya sekitar 10 meter dari lokasi. “Pas dipegang nadinya masih berdenyut maka di masukan ke ambulan dan di bawa ke RSUD, ternyata di RSUD meninggal dunia,” tambah Agah.

Tindakan selanjutnya, pihak Polresta Bogor Kota segera minta korban dibawa ke rumah sakit Ciawi untuk dilakukan outopsi. “Kita panggil keluarganya segala macam untuk dilakukan autopsi, dan baru dilakukan autopsinya besok hari sekitar Pukul 15.00 WIB karena menunggu dokter,” bebernya.

Agah juga mengaku, hari ini Kamis (06/09/18) keluarga bikin laporan, tapi bukan mempermaslakan korban meninggal karena menjatuhkan diri. Dan keluarga korban sudah ikhlas tentang itu karena memang tidak dikehendaki sama siapapu juga. Tapi keluarga korban melaporkan karena merasa tidak terima bahwa korban dihakimi disana.

“Sebagai pengayom, kami menerima laporan itu dan akan dilakukan penelitian apakah betul di aniaya disana termasuk kasus dugaan sodominya meski dia sudah meninggal maka akan di proses, kami akan profesional dan proforsional dalam menangani perkara ini,” pungkasnya.

Sementara keluarga korban menduga, SF diduga meninggal karena dianiaya. Hal itu bukan tanpa alasan, tetapi dalam kematian pria yang berprofeai sebagai buruh bangunan itu ditemukan luka disekujur tuhuhnya.

Keluarga korban menuturkan, sebelumnya SF dijemput sejumlah warga dan dibawa ke sebuah rumah kosong oleh keluarga korban sodomi dan dianiaya setelah itu lalu SF diserahkan kepada aparat kepolisian.

Informasi yang diperloleh keluarga korban, saat diserahkan ke polisi korban masih hidup. Namun tak lama dipulangkan ke keluarganya dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

“Kami sebagai keluarga tidak ikhlas atas kematian SF. Kalau benar dia melakukan asusila, silahkan diproses hukum. Kami ingin menuntut keadilan,” ujar Rudi, sepupu korban, usai pemakaman, Rabu (05/09/18).

Rudi menegaskan, pihak keluarga akan melaporkan kejanggalan kematian korban kepada aparat kepolisian dan Komnas HAM. (Fray)

Komentar
Loading...