BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Tertibkan Transportasi Online, Dishub Bangun Area Khusus Ojol

0 23

BogorOne | Kota Bogor – Pemerintah Kota Bogor berupaya menertibkan ojek online (ojol) yang kerap mangkal di sembarang dan membuat kemacetan.

Untuk menertibkan angkutan berbasis online itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor bakal membangun area khusus bagi ojek online (ojol), yang dikhususkan untuk menunggu dan mengangkut penumpang.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Dody Wahyudin mengatakan bahwa persoalan kesemrawutan ojol sudah disampaikan kepada para koordinator ojek online, baik dari Gojek, Grab maupun Uber, melalui diskusi terbuka akhir Desember 2017.

Dalam salah satu usulan pada pertemuan itu, kata Dody membuat lokasi atau titik tunggu dan penjemputan.

“Kami segera tindak lanjut dengan melakukan kajian dan survei, demi mengetahui titik mana saja yang layak dijadikan area tunggu,” kata Dody Jumat (05/01/18).

Menurut dia, usulan area khusus ojol telah tercetus sejak tahun lalu. Sebab, konsep serupa sudah diterapkan pada beberapa kota besar di antaranya, Jakarta, yang membangun percontohan di sekitar Stasiun Sudirman, dan Kota Bekasi yang sudah membuat 20 titik tunggu sementara (TTS).

Bahkan ia menilai, rencana tersebut sejalan dengan Peraturan Wali Kota (Perwali) yang terbit April 2017, yang berisi aturan menertibkan ojek online.

Tapi sampai saat ini pihaknya belum bisa memprediksi, wilayah mana saja yang menjadi target pembangunan.

“Ada beberapa solusi yang sudah dipertimbangkan seperti, tidak berada di badan jalan yang bisa mengganggu arus lalu lintas,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, untuk membangun fasilitas tersebut dibutuhkan lahan yang dapat menampung minimal 10 sepeda motor.

Kalau tidak ada, maka pihaknya akan memanfaatkan area parkir. Dan Dishub juga bakal mempertimbangkan retribusi, apakah berpengaruh atau tidak.

“Tapi sampai sekarang belum dapat dipastikan kapan area itu dibangun,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengaku belum mengetahui terkait rencana tersebut.

Hanya saja kata dia, dibutuhkan kajian terlebih dahulu, untuk mengetahui titik area yang tepat dibangun, berapa besar luasnya.

“Kami belum melakukan kajian mendalam terkait aeberapa beaar dampak ojol terhadap lalu lintas,” tandas Ade.

Komentar
Loading...