BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Tiga Pengedar Upal Terancam 5 Tahun Penjara

0 65

BogorOne.com | Kota Bogor –
Tiga pelaku pengedar uang palsu (upal) senilai Rp6 miliar pecahan Rp100 ribu, yang ditangkap jajaran Polresta Bogor Kota 27 Maret lalu, kini perkaranya telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor.

Seperti diberitakan sebelumnya, ke ketiga pelaku adalah Candra Alias Hardi Alias Andi (49), Maximilianus Jasri Abur alias Maxi (37), dan Yornes Sani Tado Enday alias Eno (30).

Mereka ditangkap di dua tempat yang berbeda di kawasan Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur. Ketiganya terancam hukuman lima tahun penjara dan denda Rp10 miliar.

Jaksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor Renaldi mengatakan,  ketiganya dikenakan Undang Undang Mata Uang Nomor 7 Tahun 2011 pasal 36 ayat 2 dan 3 serta 245 KUHP junto pasal 55 tentang penyertaan dalam tindak pidana.

“Berkas yang dilimpahkan polisi sudah P21, dan besok kami limpahkan ke PN Bogor, dan menunggu penetapan hari sidang,” kata Rinaldy, Rabu (18/07/18).

Masih kata dia, satu orang yang diduga merupakan bandar besar upal berinisial R yang tinggal di daerah Bogor Selatan masih berstatus buron.

Lokasi penangkapan Candra adalah, Perumahan Taman Pajajaran, Blok B3 nomor 16. Sementara Maxi dan Eno dibekuk dalam sebuah rumah kontrakan di RT 02/RW 02, Kelurahan Katulampa, beserta barang bukti upal senilai Rp6 miliar.

“Jadi Candra itu berperan sebagai penghubung antara pembeli dengan R. Dia yang mengantarkan dan mempertemukan sang pembeli dengan R ketika transaksi. Kalau deal, R akan memberikan komando agar Chandra menyerahkan uang itu. Sedangkan Maxi bertugas membawa upal, dan Eno merupakan sopir,” jelas Rinaldy.

Lebih lanjut dia mengatakan, modus para pelaku sendiri adalah dengan menselipkan lembaran uang pecahan Rp100 ribu pada bagian atas, tengah, dan bawah pada tumpukan duit tertentu.

“Jadi agar upal serupa uang asli, diselipkanlah duit beneran, agar pembeli yakin kalau upal itu KW1,” tegasnya.

Rinaldy menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan kejaksaan, Candra mengaku bahwa upal senilai Rp3 miliar rencananya akan dijual seharga Rp500 juta. “Jadi kalau totalnya Rp6 miliar, akan dijual Rp1 miliar,” pungkasnya. (As)

Komentar
Loading...