BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Usmar : Dibangun Rusunami di Kampung Gudang Merupakan Solusi Terbaik

0 66

BogorOne | Kota Bogor – Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman menegaskan bahwa Pemkot tak bisa melarang warga korban kebakaran untuk kembali membangun rumah di daerah tersebut lantaran lahan tersebut bukan aset pemerintah daerah.

“Kan bukan aset Pemkot, jadi tidak bisa melarang,” kata Usmar belum lama ini.

Menurut dia, apabila melihat status tanah, kawasan itu memang berada pada lahan dengan kemiringan berkontur dan dibatasi rel PT KAI dan Kali Cidepit.

Sehingga, jika pada rel tersebut berlaku garis sempadan rel kurang lebih 3 meter dan bila dari kali berlaku 2 hal, yakni Cidepit masik kategori irigasi dengan garis sempadan sungai (GSS) kurang lebih 10 meter atau lima meter.

Maka kata Usmar, ruang-ruang antara sepadan rel dan sungai semestinya selayaknya terbebas atau tidak dapat dibangun.

Walau faktanya sudah tidak terhindar bahwa kepadatan penduduk menyebabkan terjangan kebutuhan ruang dengan mengorbankan kawasan-kawasan dimaksud.

“Wilayah antara garis sempadan rel dan GSS kali itulah “ruang” yang mungkin dapat dimanfaatkan untuk masyarakat membangun kembali rumahnya. Intinya harus ada usulan pemanfaatan ruang bagi korban kebakaran,” jelas Usmar.

Yang pasti, kata Usmar, bila mengikuti kaidah-kaidah di atas, ruang tersedia akan semakin kecil, namun akan bertambah apabila ada kebijakan-kebijakan dari sisi PT KAI dan pengelola irigasi atau saluran, yakni Pemprov Jawa Barat.

Menurut dia, ruang tersedia akan semakin luas untuk menampung jumlah KK korban kebakaran dari pengalaman yang ada, terjadinya kebakaran yang begitu masif untuk 20 tahun terakhir di Kota Bogor.

“Maka haruslah dilakukan kajian dan juga menjadi pelajaran terbaik untuk sekaligus membuat konsep-konsep pemanfaatan ruang-ruang yang ada dengan telah mempersiapkan kawasan-kawasan mitigasi bencana, untuk evakuasi dan mobilisasi aksesibilitas ke sasaran bencana nantinya,” tuturnya.

Lebih lanjut Usmar mengatakan, struktur pembagian juga harus menyisakan ruang terbuka yang dapat dibangun menjadi bangunan vertikal atau rusunami.

“Pendanaan pembangunannya, tentu masyarakat sendiri yang lebih dominan, kalaupun dari swasta bisa dari CSR. Pemerintah daerah hanya bisa membantu ke pusat untuk mengusulkan membangun rusunami dengan kapasitas 70 hingga 80 KK,” jelasnya.

Poitisi Demokrat ini menambahkan, rusunami merupakan solusi terbaik lantaran terbatasnya ruang dan pertimbangan-pertimbangan seperti mitigasi bencana, aksesibilitas , ruang terbuka , dan adanya sepadan rel, sungai, dan lain-lain.

Seperti dikerahui, Pemerintah Kota Bogor telah memberikan bantuan kepada 62 KK korban kebakaran sebesar Rp 750 ribu perbulan per KK untuk biaya ngontrak rumah selama lima bulan.

Komentar
Loading...