BogorOne
Akurat dan Terpercaya

Usmar : PT Galvindo Harus Menyerahkan Keseluruhan Aset Pasar Kemang Seluas 3,1 Hektar

0 71

 

BogorOne | Kota Bogor – Pemerintah Kota Bogor telah menemukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Galvindo Ampuh terkait pengelolaan Pasar Induk Teknik Umum (Tekum) Kemang yang sebelumnya dinyatakan hilang.

Hal itu diungkapkan Plt Walikota Bogor Usmar Hariman kemaren. Menurutnya, rangkap asli kerjasama dengan PT Galvindo soal Pasar Induk kemang yang berlokasi di Jalan KH Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal
sekarang hanya tinggal mencari sertipikat saja.Tapi ia berpendapat, sebenarnya dokumen itu juga pasti ada di BPN.

Pihanya tidak menampik bahwa, sistem pengarsipan pemkot buruk, makanya setelah kantor arsip berubah jadi dinas, pemkot adakan pelatihan pengarsipan digital kepada setiap OPD dilakukan.

Saat disinggung mengenai opsi adendum MoU dengan PT Galvindo Ampuh. Usmar menegaskan bahwa pada prinsipnya PT Galvindo harus menyerahkan keseluruhan aset seluas 3,1 hektar kepada pemerintah.

“Kalau untuk Hak Guna Bangunan (HGB) dan 35 persen kios yang belum terjual, pemkot takkan menganggu. Justeru yang akan diadendum nantinya adalah soal kios tersebut,” jelasnya.

Namun, kata Usmar, adendum akan dilakukan setelah adanya kesepakatan antara Pemkot Bogor dan PT Galvindo Ampuh.

“PT Galvindo sudah menunjuk pengacara, kami juga menunjuk Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bofor sebagai pengacara. Nah, sekarang kita masuk ke dalam tahap musyawarah,” katanya.

Sementara itu, Direktur Operasional Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ), Syuhaeri Nasution mengaku masih menunggu instruksi selanjutnya dari pemerintah.

“Kita masih nunggu arahan dari pimpinan. Tapi kami masih berharap PD PPJ bisa mengelola Pasar Induk Tekum Kemang,” katanya.

Syuhaeri mengatakan bahwa PD PPJ diinstruksikan untuk menghentikan kegiatan di pasar tersebut, pihaknya hingga saat ini tak pernah melakukan aktifitas apapun.

“Ya, memang kami belum menerima surat soal penghentian kegiatan dari pemkot. Tapi kalau dari Badan Pengawas ada,” pungkasnya.

Komentar
Loading...